Polemik Fenilpropanolamin

April 30th, 2009 by feea

Polemik Fenilpropanolamin

Huff… siang itu panas kota jogja serasa membakar kulit..Ngga’ tau knapa akhir2 ini bumi terasa makin panas saja. Begitu masuk selasar gedung unit V kampusku, HaPe bergetar.. Upss..lagi-lagi ada sms menanyakan tentang fenilpropanolamin..Kurang lebih isi smsnya begini : “Badan pengawas obat-obatan amerika (FDA) telah menarik semua obat-obatan yang mengandung fenilpropanolamin. Karena setelah dilakukan penelitian dari banyak kasus dilaporkan bahwa fenilpropanolamin bisa menyebabkan stroke yang memicu pendarahan otak”… kurang lebih isinya begitu..

Klo ga’ salah dalam seminggu aku dah dapat lebih dari 7 sms dan email dari teman-teman tentang merebaknya kabar dilarangnya penggunaan fenilpropanolamin.. Entah dari mana teman-temanku itu mendapatkan kabar itu… Menurut aku kabar itu terlalu lebay.. hmm..gmana tidak??Lha soalnya menggembor-gemborkan kabar itu hasil comot kabar sana-sini dan tidak mengunakan pertimbangan dan tinjauan ilmiah

Tentu aja mendengar kata fenilpropanolamin tidaklah asing buat aku. Di kuliah, di perpus pas nguping orang diskusi atau di kantin pun sering aku dengar disebut-sebut kata fenilpropanolamin.

Hmm…sebenarnya apa sich fenilpropanolamin ntu??…

Dulu waktu semester brapa ya..aku lupa..ada kuliah yang menyinggung tentang fenilpropanolamin. Klo ga’ salah farmakologi yang ngajar Bu Nunung waktu itu. Menjelaskan klo fenilpropanolamin (bahasa nge-trend-nya Phenylpropanolamin atau disingkat PPA) sering digunakan pada obat-obat influenza. Efeknya sebagai pelega hidung tersumbat atau lebih ilmiahnya dikenal dengan istilah dekongestan.

Begitu buka laptop di selasar gedung unit V yang dikenal lancar buat berhotspot ria, aku langsung online YM. Hmm..memang mujur rupanya aku waktu itu.. Soalnya Bu Zullies dosen pembimbing akademik ku juga lagi online. Kebetulan juga Bu Zullies ini salah satu dosen yang ngajar farmakologi..langsung ga’ pake basa-basi aku sapa Bu Zullies n ngobrol sana-sini ngomongin kasus fenilpropanolamin tadi.. Diam-diam aku ni secreet admirer-nya ibu’e (Bu Zullies-red). Gmana enggak,,lha ibu’nya ini udah cantik, pinter bgt, ramah, sosok ibu yg baek bwt anak2nya, n masih muda udah jadi professor…wuiiihhh…keren buuuu…TeOPe BeGeTe dech…

Hmm…lanjut lagi ya..

Berdasarkan info dari Bu Zullies dan hasil baca blog wordpress-nya ibu’e, aku dapet info tentang issue fenilprpanolamin yg lagi heboh di dunia sms itu…gini lho ceritanya…..

Fenilpropanolamin banyak digunakan sebagai komposisi dalam obat flu. Fenilpropanolamin ini ditambahkan sebagai bahan aktif dalam obat flu untuk mengatasi masalah hidung tersumbat karena pilek. Kmudian timbul pertanyaan, koq bisa melonggarkan hidung tersumbat tuh gmana kerjanya si fenilpropanolamin ini???… gini lho, fenilpropanolamin ini beraksi dengan cara menciutkan pembuluh darah di sekitar mukosa hidung atau bahasa ilmiahnya vasokonstriksi perifer.

Fenilpropanolamin ini memiliki efek samping (efek yang ga’ diinginkan) bisa menghambat nafsu makan. Nah,,di Amerika kan banyak orang gendut berlebih alias obesitas tuh.. so, di Amrik fenilpropanolamin banyak di pake orang2 khususnya yang gendut-gendut untuk pil diet biar jadi langsing. Mekanisme gmana fenilpropanolamin ini bisa menekan nafsu makan blom diketahui dengan jelas, kemungkinan besar fenilpropanolamin ini bekerja mempengaruhi system saraf pusat untuk dapat mengontrol rasa lapar. Di otak diproduksi suatu senyawa neuropeptide Y (NPY), senyawa ini diteliti dapat memicu nafsu makan. Suatu penelitian menjelaskan bahwa fenilpropanolamin dapat menghambat produksi dari neuropeptide Y tadi.

Polemik phenylpropanolamin (PPA) muncul pada awal tahun 2000 karena ada kasus terjadinya pendarahan otak pada wanita Amrik usia antara 18-49 tahun yang mengkonsumsi PPA sebagai pelangsing. Adapun dosis PPA yang digunakan sebagai pelangsing adalah 75-150 mg/hari. Hmmmm…mulai dari situ kemudian FDA (B-POM nya amrik) meminta pada perusahaan-perusahaan farmasi untuk menarik semua produknya yang mengandung PPA terkait adanya kasus tersebut.

Truss apa yang terjadi di Indonesia????

Hmm..di Indonesia PPA banyak ditambahkan untuk zat aktif dalam obat anti influenza. Seperti Decolgen®, Mixagrip®, deelel…dan tidak digunakan sebagai pelangsing. Dan itupun dosisnya relatif rendah sekitar 20-30 mg. Nah, karena ada kasus polemik PPA tadi BPOM RI kemudian menurunkan dosis PPA menjadi 15 mg/hari. Dosis ini relatif aman. Soalnya, dosis ini jauuhhh dari dosis yang bisa nyebabkan pendarahan otak tadi…

Truss knapa PPA bisa nyebabkan stroke pemicu pendarahan otak??

Dari yang aku baca di blog-nya Bu Zullies stroke itu ada dua macam.. apa aja???

1.Stroke iskhemik

Apa itu?? Stroke iskhemik, adalah stroke yang bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah,bisa karena penimbunan kapur atau timbunan lemak di pembuluh darah. So, saraf kurang oksigen dan nutrisi. Trus lama-lama syarafnya mati..nah, timbul stroke dengan gejala sperti lumpuh, gangguan bicara dan memori otak, ga’ bisa nelen makanan…gtu dech..

2.Stroke hemoragik

Stroke yang ini disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke yang ini lebih parah dari pada yang iskhemik..knapa??soalnya bisa nyebabkan kematian. Stroke yang tipe hemoragik ini terjadi jika tekanan darah sangat tinngi. So, pembuluh darah ga kuat menahan, akhirnya pecah atau robek.

Lantas, apa hubungan stroke dengan fenilpropanolamin (PPA)???

Gini lho….seperti yang tadi diceritakan diatas, PPA bersifat vasokonstriktor alias menciutkan pembuluh darah..kalo dosisnya kecil otomatis efek vasokonstriksi tersebut hanya lokal pada pembuluh darah di mukosa hidung saja (sebagai pelega hidung tersumbat). Tapi klo dosisnya gede bisa memicu efek vasokonstriksi sistemik (seluruh tubuh) yang kemudian menyebabkan naiknya tekanan darah (darah tinggi), nah… dari situ dapat memicu terjadinya stroke hemoragik…

Tapi, seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa penggunaan PPA di Indonesia sebagai pelega hidung tersumbat dengan dosis relatif kecil hanya sekitar 15 mg/hari relatif aman untuk digunakan. Jadi ga’ usah khawatir…

Tapi….ada tapi-nya lho ini….penggunaan obat2 yang mengandung PPA bagi penderita hipertensi atau mempunyai resiko stroke harap berhati-hati…sebelum anda menggunakan harap berkonsultasi dengan dokter atau Apoteker untuk lebih amannya….

n.b.: makaciiihh banyak buat Bu Zullies…fia jadi tambah ilmu ni…semoga bermanfaat…amieeenn…

ToMat buAt Anti Aging (anti Penuaan diNi)

November 25th, 2008 by feea

LikoPen dalam Tomat (Solanum lycopersicum)

TOMAT (Solanum lycopersicum) yang sehari-hari kita kenal sebagai buah untuk bumbu masak, pencuci mulut sehabis makan, dan bahan saus, ternyata memiliki kandungan senyawa karotenoid yang bernama likopen. Kandungannya di dalam sebutir buah tomat mencapai sekitar 50 persen. Likopen merupakan salah satu senyawa fitokimia (phytochemical) atau fitonutrien yang bermanfaat bagi kesehatan, seperti senyawa karotenoid lainnya misalnya xantin, lutein, dan lain-lain. Senyawa ini berbeda dari vitamin dan mineral yang tidak membahayakan nyawa bila terjadi defisiensi, tetapi mempunyai fungsi yang penting bagi kesehatan manusia. Likopen merupakan pigmen yang disintesis oleh tanaman dan mikroorganisme, yang memberikan warna merah kekuningan pada buah dan sayuran, dan termasuk dalam kelompok karotenoid.1,2,9. Selain terdapat di dalam jaringan sel kulit, pada tubuh manusia likopen juga banyak ditemukan di testis, kelenjar suprarenal, dan prostat. Walaupun fungsinya di bagian-bagian tubuh manusia belum diketahui, diduga apabila jumlahnya berkurang, dapat menjadi akar timbulnya tumor dalam tubuh. Hal ini didasarkan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara kadar likopen dalam tubuh dengan tumor di daerah prostat, lambung, dan pankreas
Saat ini telah banyak dibuktikan secara klinis peran likopen sebagai salah satu senyawa yang berperan pada pencegahan kanker sel epitel terutama kanker prostat, paru dan saluran cerna.

STRUKTUR LIKOPEN

Likopen mempunyai rumus molekul C40H56 dengan berat molekul 536,85 Da dan titik cair 172°C – 175°C. Bentuk kristal seperti jarum, panjang, dalam bentuk tepung berwarna kecoklatan. Larut dalam kloroform, benzen, heksen, dan pelarut organik lainnya dan bersifat hidrofobik kuat. Dapat mengalami degradasi melalui proses isomerisasi dan oksidasi karena cahaya, oksigen, suhu tinggi, teknik pengeringan, proses pengelupasan, penyimpanan dan asam. Likopen merupakan suatu hidrokarbon polien dengan rantai asiklik terbuka tak jenuh, mempunyai 13 ikatan rangkap, 11 diantaranya ikatan rangkap konjugasi yang tersusun linier dan tidak mempunyai aktivitas provitamin A. Di alam, dalam bentuk all-trans yang secara termodinamika merupakan bentuk yang stabil. Dengan pengaruh cahaya dan pemanasan bentuk all-trans dapat berubah menjadi isomer mono atau poli cis.
Dalam serum dan jaringan manusia lebih dari 50% berada dalam isomer cis. Secara umum isomer cis bersifat lebih polar, mempunyai kecenderungan yang lebih rendah untuk menjadi kristal, lebih larut dalam minyak dan pelarut hidrokarbon, lebih mudah bergabung dengan lipoprotein maupun struktur lipid subseluler, lebih mudah masuk ke dalam sel serta bersifat kurang stabil dibanding isomer trans. Likopen dengan strukturnya yang khas menunjukkan sifat yang unik sebagai antioksidan, berupa kemampuan mengikat oksigen tunggal dan menangkap peroksida. Kemampuan mengikat oksigen tunggal 2 kali lebih tinggi daripada β-karoten dan 10 kali lebih kuat daripada α-tokoferol.

Struktur kimia likopen

Metabolisme Likopen

Ketersediaan biologi (bioavailability) likopen dipengaruhi oleh bentuk molekul, jumlah likopen dalam makanan, kandungan matriks bahan makanan, medium lemak atau minyak, efek serat makanan dan interaksi dengan karotenoid lain. Metabolisme likopen terjadi bersamaan dengan metabolisme lemak. Di dalam duodenum setelah dicerna oleh lipase pankreas dan diemulsi garam empedu, misel yang mengandung likopen masuk ke dalam mukosa sel usus melalui difusi pasif. Selanjutnya dibawa ke dalam aliran darah melalui system limfatik. Likopen didistribusikan ke jaringan terutama melalui LDL. Likopen paling banyak kandungannya pada beberapa jaringan antara lain testis, kelenjar adrenal, hati dan prostat.4 Saat ini telah diidentifikasi 2 metabolit likopen pada serum dan ASI yang dikenal dengan 2,6-cyclolycopene-1, 5-diol I dan II

Kadar dalam Serum


Kadar dalam serum rata-rata berkisar antara 50-900 ng/L dengan waktu paruh 2-3 hari. Rata-rata kadar dalam serum ini menggambarkan konsumsi dari bahan makanan sumber likopen. Beberapa variabel gaya hidup yang mempengaruhi kadar likopen dalam darah antara lain usia, siklus menstruasi, merokok, dan konsumsi alkohol.

Likopen sebagai Antioksidan
Likopen adalah antioksidan yang poten. Senyawa ini mempunyai kemampuan untuk mengeliminasi radikal bebas.
Radikal bebas bersifat reaktif karena mempunyai satu electron bebas yang tidak berpasangan dan cenderung memutuskan electron bebas dari lipid, protein dan DNA dalam tubuh agar dapat mencapai keadaan stabil, karna inilah jaringan sel cepat rusak sehingga dapat menyebabkan (salah satunya) penuaan dini. Likopen disini mampu mengeliminasi intermediet radikal dan mencegah reaksi oksidasi berantai yang lain dengan menjadi senyawa yang dioksidasi serta berpasangan dengan radikal bebas yang mempunyai satu electron tak stabil sehingga membentuk senyawa yang lebih stabil. Radikal bebas dapat berikatan terhadap DNA, protein dan lemak dan akan merusak fungsi fisiologisnya, yang pada gilirannya dapat menyebabkan berkembangnya penyakit kronis, seperti kanker, penyakit jantung dan penyakit yang berhubungan dengan ketuaan. Dr.Giovannucci menegaskan bahwa likopen merupakan eliminator radikal bebas yang sangat efektif di antara karotenoid yang umum.
Mekanisme kerja likopen untuk mengurangi resiko kanker seperti kanker prostat belum diketahui secara jelas hingga saat ini. Kemungkinannya adalah kemampuan proteksi likopen terhadap proses penuaan sel-sel epitel prostat yang disebabkan oleh spesies oksigen reaktif. Hal lain adalah kemampuan likopen untuk menghambat proliferasi sel melalui proses fosforilasi tirosin reseptor IGF, seperti pada sel-sel kanker payudara (Karas, et all 2000).
Ada dua mekanisme kerja likopen yang utama dalam mencegah penyakit kronis termasuk kanker dan degeneratif, yaitu :
1. Melalui kerja oksidatif yakni sebagai antioksidan yang akan meredam spesies oksigen reaktif dan meningkatkan potensi antioksidan sehingga mengurangi kerusakan oksidatif pada lipid (termasuk lipid membran dan lipoprotein), protein dan DNA.
2. Mekanisme non-oksidatif melalui pengaturan fungsi gen, memperbaiki gap-junction communication, modulasi hormon dan respon imun atau pengaturan metabolisme yang semuanya akan menyebabkan penurunan resiko penyakit kronik.

Peranan Likopen dalam Pencegahan Penyakit
Sekurangnya ada 4 studi kohort yang telah melaporkan adanya hubungan antara konsumsi likopen dengan resiko kanker prostat. Giovannuci (1999) melaporkan bahwa terjadi penurunan resiko kanker prostat sebesar 21 persen pada pria yang mengkonsumsi likopen dalam jumlah besar. Penelitian lain juga meleporkan bahwa populasi yang mengkonsumsi likopen dalam jumlah tinggi mempunyai resiko 36 persen lebih rendah dibanding populasi yang mengonsumsi likopen sedikit. Gann dan kawan-kawan (1999) melaporkan bahwa pria dengan kadar likopen yang tinggi dalam darah beresiko lebih rendah 25 persen terkena kanker prostat.Penelitian lain menyebutkan bahwa ekstrak tomat yang berbetuk kapsul oleoresin mampu menurunkan level prostate-spesific antigen (PSA) pada pasien dengan kanker prostate.
Menurut College Park, MD (2003), likopen juga mampu memberikan proteksi terhadap katarak melalui sifat antioksidannya, dimana terdapat penurunan insiden katarak senilis pada tikus yang diberikan likopen. Penelitian lain menunjukkan bahwa likopen juga mampu menurunkan terjadinya resiko degenerasi makular, penyakit yang berhubungan dengan usia yang dapat mengakibatkan kebutaan
Menurut Arab & Steck (2000), likopen juga bermanfaat untuk mencegah penyakit jantung. Likopen ternyata menghambat sintesis kolesterol dan meningkatkan degradasi LDL. Bukti yang ada memperlihatkan bahwa ketebalan tunika intima dan resiko MCI dapat berkurang pada orang dengan konsentrasi likopen yang tinggi pada jaringan adiposanya.Sebuah studi dari John Hopkins University, Baltimore, menunjukkan level likopen yang rendah dalam darah, beresiko untuk terjadinya kematian akibat penyakit jantung koroner. Dalam penelitian lain dinyatakan bahwa level likopen yang rendah di dalam darah berhubungan dengan meningkatnya ketebalan pembuluh darah sebesar 18%.

Sumber Likopen


Likopen paling banyak ditemukan dalam tomat. Kandungan likopen pada tomat tergantung jenis, kematangan, dan lingkungan dimana ia tumbuh. Rata-rata 100 gram buah tomat mentah mengandung 3-5 mg likopen. Selain pada tomat, likopen juga banyak ditemukan pada jambu biji merah, anggur merah, pepaya, wortel, ubi merah, apel, apricot, dan semangka. Produk olahan tomat seperti jus, kecap, pasta, saus, dan sop, merupakan sumber likopen yang baik juga.Kadar likopen pada bahan makanan olahan lebih tinggi daripada bahan makanan segar sehingga dapat meningkatkan kadar likopen dalam darah. Sebenarnya kadar likopen dalam makanan tergantung olahan dan cara pengolahan baik secara mekanik maupun pemanasan akan memecah dinding sel yang kokoh sehingga melemahkan ikatan antara likopen dan matriks jaringan, dengan demikian likopen akan menjadi bagian yang lebih mudah diabsorpsi tubuh.

Dosis yang Dianjurkan dan Efek Samping


Sampai saat ini belum ada data resmi yang menyatakan jumlah likopen yang dianjurkan dalam sehari. Dari penelitian yang dilakukan oleh Agarwal dan Rao (1998) dilaporkan bahwa asupan likopen 40mg/hari dapat menurunkan oksidasi LDL secara bermakna dan menurunkan kanker sebesar 50%. Dari data lain didapatkan bahwa orang yang mengonsumsi tomat dan olahannya setidaknya sepuluh kali dalam seminggu atau 6,5 mg likopen per hari, mempunyai resiko yang lebih rendah untuk menderita kanker.Menurut beberapa penelitian, tidak ada efek samping dari asupan likopen dan aman bagi manusia, terutama dari buah-buahan dan sayuran yang dimakan, sedangkan untuk likopen dalam bentuk suplemen belum diketahui efek samping potensialnya. Karena kandungan likopen yang tinggi dalam produk olahan, maka harus diperhatikan tingginya kadar garam yang terkandung dalam olahan tersebut.

KESIMPULAN

Telah banyak diteliti bahwa likopen yang merupakan grup karotenoid, merupakan antioksidan yang keefektifannya lebih baik bila dibandingkan senyawa lain seperti β-karoten atau α-tokoferol. Dengan sifat antioksidannya itu, likopen menjadi agen yang mampu mengeliminasi radikal bebas yang dapat mengurangi kerusakan oksidatif pada lipid, protein dan DNA. Likopen sangat berperan sebagai senyawa yang mampu mencegah terjadinya berbagai penyakit kronis termasuk kanker terutama kanker prostat, penyakit kardiovaskuler, dan penyakit degeneratif khususnya pada mata.
Likopen banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran yang mudah didapat di sekitar kita, sehingga dengan bioavailabilitasnya yang tinggi tersebut dapat menjadi sumber makanan yang baik dalam upaya mencegah terjadinya penyakit-penyakit kronis dan penyakit degeneratif.

DAFTAR PUSTAKA
1. Agarwal S, Rao AV. Tomato lycopene and its role in human health and chronic diseases. Canadian Medical Association Journal 2000; 163(6): 739-44.
2. Sudardjat SS, Gunawan I. Likopen (Lycopene).Majalah Gizi Medik Indonesia Vol 2 No 5 April 2003; 7-8.
3. Minorsky, PV. Lycopene and the prevention of prostate cancer : the love apple lives up to its name. Plant Physiology November 2002 Vol 130; 1077-1078
4. Clinton SK. Lycopene: chemistry, biology and implications for human health and disease. Nutrition Review, 1998;56:35-51
5. Park C, MD. Lycopene joins eye-healthy carotenoid ranks (2003). www.prohealthnetwork.com diakses pada 29 Oktober 2003
6. Mercola J, Dr. Lycopene may help prevent atherosclerosis (2000). www.mercola.com diakses pada 29 Oktober 2003
7. Anonim (2003). Lycopene. American Cancer Society 2003. www.cancer.org diakses pada 29 Oktober 2003.
8. Umbas R, PhD. Diet dan kanker prostat (2002). www.kompas.com diakses pada 29 Oktober 2003.
9. Anonim. Lycopene. www.diet-and-health.com diakses pada 29 Oktober 2003.
10. Anonim. Lycopene overview. www.tishcon.org diakses pada 29 Oktober 2003.

MAkaLAh KosMetiKA FHia

Ayooo BAck To NaTuRe..

November 19th, 2008 by feea

BaCk tO nature

By : fhia pake f

Kesadaran masyarakat untuk kembali ke alam diiringi kemajuan perkembangan obat – obatan dari alam mendorong kita untuk melakukan suatu penelitian untuk menggali lebih dalam potensi dan khasiat tumbuhan serta bahan alam lain melalui serangkaian penelitian sehingga khasiat, kemanfaatan, keamanan benar – benar teruji secara ilmiah. Manusia telah banyak memanfaatkan bahan – bahan alam dari tanaman untuk obat, yang dikenal sebagai obat tradisional sejak dahulu kala.

Telah diketahuhi bahwa obat - obatan alami dari bahan herbal memiliki sifat efek samping yang relative kecil bila digunakan secara tepat, efeknya relative lambat namun jelas manfaatnya, bersifat holistic karena adanya kombinasi efek dalam satu ramuan, sesuai untuk penyakit metabolic dan degenerative, dan bersifat promotif – preventif.

EFEK SAMPING KECIL

Obat – obat tradisional dikatakan memiliki efek samping yang relative kecil jika digunakan secara tepat. Ketepatan tersebut meliputi ketepatan bahan, ketepatan takaran/dosis, ketepatan waktu penggunaan, ketepatan cara penggunaan, ketepatan susunan ramuuan, dan ketepatan ramuan dengan tujuan penggunaannya.

Kebenaran bahan sangatlah important untuk diketahui. Kesalahan dalam memilih bahan karena kekurangtahuan tentang kebenaran bahan akan memberikan efek yang berbeda jika digunakan nantinya. Bisa jadi tidak tambah membaik keadaan kesehatannya tetapi malah memburuk karena tidak cepat mendapatkan rehabilitasi. Contoh dari kebenaran bahan adalah seringkali orang bingung membedakan antara Daun dewa (Gynura pseudochina) dengan Daun sambung nyawa (Gynura procumbens).


Gynura pseudochina

Gynura procumbens

Tumbuh tegak

Tepi daun berombah

Permukaan daun berbulu

Tidak untuk lalapan

Untuk berbagai penyakit

Tumbuh merambat

Tepi daun bergerigi

Tidak berbulu

Untuk lalapan

Mencegah kanker

Kemudian contoh lain adalah membedakan antara lempuyang emprit, lempuyang gajah dan lempuyang wangi. Perbedaan efek yang signifikan antara ketiganya. Lempuyang emprit dan lempuyang gajah memiliki efek sebagai perangsang nafsu makan sedang lempuyang wangi memiliki efek sebagai pelangsing.

Kemudian takaran dosis juga mempengaruhui. Dosis yang terlalu rendah menyebabkan tidak tercapainya efek terapi, sedang dosis terlalu besar dapat menyebabkan efek toksis. Contohnya: ketimun yang dikonsumsi lebih dari 2 buah besar dapat mengakibatkan tekanan darah drop. kemudian seledri yang dikonsumsi lebih dari 400 mg dalam sehari dapat menyebabkan pingsan. Contoh lain adalah gambir yang digunakan lebih besar dari ibu jari menyebabkan diare akan berhenti tetapi kemudian timbul sembelit. Daun keji beling yang digunakan lebih dari 8 lembar mengakibatkan iritasi ginjal. Meniran yang digunakan lebih dari 1 genggam akan menimbulkan iritasi ginjal, dan banyak contoh lain. Penggunaan sebaiknya tidak kurang juga tidak berlebih, tetapi sesuai dengan dosis.

Bahan-bahan obat alami bersifat holistik karena memiliki kombinasi efek dalam kandungan kimianya. Kombinasi efek tersebut meliputi efek komplementer, efek sinergisme dan efek kontradiksi.

  • Efek komplementer

Bahan obat alami memiliki efek yang saling mendukung karena didalamnya terdapat beragam kandungan metabolit sekunder yang merupakan zat berkhasiat.

contohnya: - Dalam Thymus vulgaris (Herba Timi) digunakan sebagai obat batuk. herba timi memiliki kandungan minyak atsiri seperti Thymol, karvakrol, p-simol yang memiliki efek sebagai anti mikroba dan ekspektoran (pengencer dahak dengan mekanisme mempengaruhi sistem saraf pusat). Selain itu terdapat kandungan flavon polimetoksi yang memiliki efek sebagai penekan batuk dengan mekanisme spasmolitik. Herba timi juga digunakan untuk panas dalam.

  • Daun jati belanda (Guazuma ulmifolia) digunakan untuk pelangsing. Memiliki kandungan yang saling komplemen antara lain kandungan musilago yang dalam lambung dapat mengembang sehingga dapat menekan nafsu makan. Kandungan tanin dapat menghambat absorbsi lemak dalam usus dengan mekanisme berikatan dengan protein sehingga membentuk kompleks tanin-protein dan membentuk suatu lapisan pada dinding usus yang dapat menghambat absorbsi. Selain itu kandungan alkaloid memiliki efek menghambat enzim lipase(dapat menghidrolisis lemak).\

  • Efek sinergisme(efek sejalan)

contohnya : - Dalam herba kumis kucing (Orthosiphon stamineus) digunakan sebagai diuretic. Memiliki kandungan garam kalium, Flavonoid sinensetin, eupatorin, dan saponin.

  • Jahe (Zingiber officinale) mengandung gingerol (zat pedas) memiliki efek anti emetikum / anti mual karena pengaruh rasa pedasnya. Selain itu kandungan minyak atsiri dengan bau khas aromatiknya dapat juga untuk pencegahan mual.

  • Efek kontra indikasi (efek berlawanan)

Contohnya : - Dalam Rheum palmatum (Kelembak) memiliki kandungan Anrtakinon sebagai laksansia / pencahar, sedang kandungan tanin nya memiliki efek sebagai anti diare.

  • Efek tidak berkaitan

Contohnya : Dalam Aloe vera / lidah buaya mengandung :

Antrakinon dengan efek laksansia

Acemanan memiliki efek sebagai penyembuh luka, anti radang, anti diabetes

Zat warna hitam penyubur dan penghitam rambut

Kemudian dalam Mengkudu (Morinda citrifolia) mengandung:

Skopoletin menurunkan tekanan darah

Morindin laksansia

Xeronin perbaikan sel yang rusak

Polisakarida immunomodulator

Kuliah FiToTeraPi II…By : Pak Pram

EluSiDasi StruCtuRe

May 27th, 2008 by feea

C-NMR Spectroscopy

It is useful to compare and contrast H-NMR and C-NMR as there are certain
differences and similarities:

  • 13C has only about 1.1% natural abundance (of carbon atoms)
  • 12C does not exhibit NMR behaviour (nuclear spin, I = 0)
  • As a result, C is about 400 times less sensitive than H nucleus to the
    NMR phenomena
  • Due to low abundance, we do not usually see 13C-13C
    coupling
  • Chemical shift range is normally 0 to 220 ppm
  • Chemical shifts measured with respect to tetramethylsilane, (CH3)4Si
    (i.e. TMS)
  • Similar factors affect the chemical shifts in 13C as seen for
    H NMR
  • Long relaxation times (excited state to ground state) mean no integrations
  • "Normal" 13C spectra are "broadband, proton decoupled" so the
    peaks show as single lines
  • Number of peaks indicates the number of types of C

The general implications of these points are that 13C take longer to acquire,
though they tend to look simpler. Overlap of peaks is much less common
than for H-NMR which makes it easier to determine how many types of C are
present.

Here is the simple correlation table of 13C chemical shifts:

Figure of chemical shifts for different types of C

C=O indicates aldehydes and ketones

O=C-X indicates carbpxylic acids and derivatives such as esters and
amides

Interpretting C-NMR Spectra

The following information is to be gained from a typical  broadband
decoupled 13C NMR spectrum:

How many types of C ? Indicated by how many signals there are in the spectra
What types of C ? Indicated by the chemical shift of each signal

Here are some examples of 13C-NMR spectra.

13C-NMR of ethyl ethanoate (broadband decoupled)

13C-NMR of acetophenone (broadband decoupled)

Ultraviolet-Visible (uv-vis) Spectroscopy
Basics

Ultraviolet-visible spectropscopy (uv = 200-400 nm, visible
= 400-800 nm) corresponds to electronic excitations between the energy
levels that correspond to the molecular orbitals of the systems.
In particular, transitions involving p orbitals
and lone pairs (n = non-bonding) are important and so uv-vis spectroscopy
is of most use for identifying conjugated systems which tend to have stronger
absorptions.
The lowest energy transition is that between the highest occupied
molecular
orbital (HOMO) and the lowest unoccupied
molecular
orbital (LUMO) in the ground state.  The absorption of the
EM radiation excites an electron to the LUMO and creates an excited state.
The more highly conjugated the system, the smaller the HOMO-LUMO gap, DE,
and therefore the lower the frequency and longer the wavelength, l.
The colours we see in inks, dyes, flowers etc. are typically due
to highly conjugated organic molecules. The unit of the molecule that is
responsible for the absorption is called the chromophore, of which
the most common are C=C (p to p*)
and C=O (n to p*) systems.
The basis of electronic excitation in uv-vis spectroscopy

The following table contains some data for polyenes and demonstrates how
the wavelength of the absorbance increases as the conjugated system becomes
more extended.

H(CH=CH)nH   lmax
/
nm
    emax
1 170 15,000
2 217 21,000
3 258 35,000

Terminology

Absorbance A, a measure of the amount of radiation that is absorbed
Band Term to describe a uv-vis absorption which are typically broad.
Chromophore Structural unit responsible for the absorption.
Molar absorptivity e, absorbance of a sample of molar
concentration in 1 cm cell.
Extinction coefficicent An alternative term for the molar absorptivity.
Path length l, the length of the sample cell in cm.
Beer-Lambert Law A = e.c.l    (c =
concentration in moles / litre)
lmax The wavelength at maximum absorbance
emax The molar absorbance at lmax
HOMO Highest Occupied Molecular Orbital
LUMO Lowest Unoccupied Molecular Orbital

Mass Spectroscopy (MS)

Basics

Mass spectrometry is based on slightly different principles to the
other spectroscopic methods.

The physics behind mass spectrometry is that a charged particle passing
through a magnetic field is deflected along a circular path on a radius
that is proportional to the mass to charge ratio, m/e.

In an electron impact mass spectrometer, a high energy beam
of electrons is used to displace an electron from the organic molecule
to form a radical cation known as the molecular ion.
If the molecular ion is too unstable then it can fragment
to give other smaller ions.

The collection of ions is then focused into a beam and accelerated
into the magnetic field and deflected along circular paths according to
the masses of the ions. By adjusting the magnetic field, the ions can be
focused on the detector and recorded.

Formations of ions in MS

schematic of an electron impact mass spectrometer

  • Probably the most useful information you should be able to obtain from
    a MS spectrum is the molecular weight of the sample.
  • This will often be the heaviest ion observed from the sample provided
    this ion is stable enough to be observed
    .

Terminology

Molecular ion The ion obtained by the loss of an electron from the molecule
Base peak The most intense peak in the MS, assigned 100% intensity
M+ Symbol often given to the molecular ion
Radical cation +ve charged species with an odd number of electrons
Fragment ions Lighter cations formed by the decomposition of the molecular ion.

These often correspond to stable carbcations.

Spectra

The MS of a typical hydrocarbon, n-decane is shown below. The molecular
ion
is seen as a small peak at m/z = 142.  Notice the series ions
detected that correspond to fragments that differ by 14 mass units, formed
by the cleave of bonds at successive -CH2- units

Mass spectrum of n-decane

The MS of benzyl alcohol is shown below. The molecular ion is
seen at m/z = 108.  Fragmentation via loss of 17 (-OH) gives a common
fragment seen for alkyl benzenes at m/z = 91.  Loss of 31 (-CH2OH)
from the molecular ion gives 77 corresponding to the phenyl cation. Note
the small peaks at 109 and 110 which correspond to the presence of small
amounts of 13C in the sample (which has about 1% natural abundance).

Mass spectrum of benzyl alcohol

Isotope patterns

  • Mass spectrometers are capable of separating and detecting individual ions
    even those that only differ by a single atomic mass unit.
  • As a  result molecules containing different isotopes can be distinguished.
  • This is most apparent when atoms such as bromine or chlorine are present
    (79Br : 81Br,
    intensity 1:1 and 35Cl : 37Cl,
    intensity 3:1) where peaks at "M" and "M+2" are obtained.
  • The intensity ratios in the isotope patterns are due to the natural abundance
    of the isotopes.
  • "M+1" peaks are seen due the the presence of 13C
    in the sample.

The following two mass spectra show examples of haloalkanes with characteristic
isotope patterns.

The first MS is of 2-chloropropane. Note the isotope pattern at 78 and
80 that represent the M amd M+2 in a 3:1 ratio.

Loss of 35Cl from 78 or 37Cl from 80 gives the
base peak a m/z = 43, corresponding to the secondary propyl cation. Note
that the peaks at m/z = 63 and 65 still contain Cl and therefore also show
the 3:1 isotope pattern.

MS of 2-chloropropane

The second MS is of 1-bromopropane. Note the isotope pattern at 122
and 124 that represent the M amd M+2 in a 1:1 ratio. Loss of 79Br
from 122 or 81Br from 124 gives the base peak a m/z = 43, corresponding
to the propyl cation. Note that other peaks, such as those at m/z = 107
and 109 still contain Br and therefore also show the 1:1 isotope pattern.

Mass spectrum of 1-bromopropane

Getting Structures from Spectra

Good problem solving skills are often based on a good method of attack.
Here is some general advice of how to go about determining structures from
spectral data, be it from real spectra of an experimental sample, or in
the context of a question.  The order of events here works towards
using the H-NMR at the last stage since it is potentially the most useful
for "assembling" the structure.

However, at each stage it is a good idea to use information in other
spectra (if available) to seek support your interpretation or address any
doubts. Try to get a molecular formula at the earliest possible
opportunity and then calculate the index of hydrogen deficiency (IHD).

  • MS
    • determine the molecular weight
    • identify the presence of isotopes patterns for Cl or Br
  • UV
    • is the system conjugated ?
  • IR
    • identify the functional groups that are present
  • 13C-NMR
    • how many types of carbon ?
    • what types of carbon ?
  • H-NMR
    • how many types of hydrogen ?
    • how many of each type ?
    • what types of hydrogen ?
    • how are they connected ?

Having completed an analysis of the available spectra,

  • list the pieces that have been identifed
  • check the pieces the MW and / or molecular formula and refine the pieces
    to fit
  • assemble the pieces paying particular attention to H-NMR chemical shifts
    and coupling patterns

Once you think you have the answer, check it with the H-NMR very carefully…
it is probably the most critical test to pass.

IniLah Mata kuLiah yg membuatq Pusing TuJuH keLiliNG……

OBeSiTas??? AwaS penYakit Lhoo

April 9th, 2008 by feea

OBESITAS…

Banyak orang
bilang Ga PeDe klo mengalami yg namanya OBeSiTas alias over Nduut / kegemukan

Sebenarnya Apa
siCh ObeSitaS itu??

Obesitas iTu
terjadi karena AkumuLasi Lemak Tubuh Secara Berlebihan. Dimana kalori dalam
tubuh jumlahnya lebih besar dari pada pembakaran (oksidasi) dalam tubuh,
sehingga kelebihan kalori menimbun pada jaringan lemak adipose yaitu pada bawah
kulit, rongga perut, otot skeletal, dan kelenjar susu.

 

Truzz gimana
siich cara mengenali OBeSiTas??

  1. Bisa dilakukan dengan menimbang berat
         badan di bawah air atau yang dikenal dengan Hydrostatic weighting.
  2. Atau dengan mengukur lipatan kulit
         dengan skin fold calipers
  3. Bisa juga dengan mengukur jaringan non
         lemak dengan mendeteksi jumlah air tubuh dengan alat Bioelectrical
         impedance
    .

 

MenGuKur BoDy MasS IndeX (BMI)

Yaitu, pembagian antara Berat Badan (BB) dengan kuadrat tinggi
badan (TB)

Gunanya untuk mengetahui apakah kita mengalami obesitas atau
tidak.

 

Ex : Si Fachri mempunyai berat badan 64 kg, tinggi badan 1,6
meter.

 Jadi bisa diukur
berapa body mass index Fachri. Dengan cara……

 

 BMI
=   Berat Badan (kg) =  64

 (Tinggi
badan)2 (m) (1,8)2

 

  = 19,75

  Apakah si Fachri tergolong penderita
Obesitas?????

 

Untuk bisa menentukan seseorang cenderung obesitas bisa dilihat table
body mass index berikut :

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Body mass
  index

 

 

Klasifikasi

 

 

< 18,5

 

 

Kurus

 

 

18,5 – 24,9

 

 

Normal

 

 

25,0 – 29,9

 

 

Kelebihan
  BB

 

 

30,0 – 34,9

 

 

Obesitas
  kelas I

 

 

35,0 – 39,9

 

 

Obesitas
  kelas II

 

 

> 40,0

 

 

Obesitas
  Kelas III

 

Setelah menghitung Body mass index fachri dan mencocokannya
dengan table BMI disimpulkan fachri tidak mengalami obesitas alias normal
dengan nilai BMI 19,75

 

Kenapa Sich oRaNg tidak ingin MenGaLami ObesiTAs??

Banyak oRang yang mengeLuhkan terjadinya obesitas pada diri
mereka karena orang yang mengalami obesitas terkesan tidak cantik (untuk
Cewex), tapi tergantung pada budaya setempat juga sich, orang obesitas juga
terkesan lamban tetapi cenderung emosional. Selain itu jika dipandang dari segi
medis orang dengan obesitas sangat rentan terhadap penyakit metabolik seperti
Hiperkolesterol, diabetes,hipertensi, artherosklerosis, jantung koroner, dan
stroke.

 

Truss gimana kiat biar ga’ mengalami ObEsiTas???

 

·  Perubahan perilaku

Ex : Dosen mengajar sambil berdiri dan mondar – mandir lebih
efektif mencegah obesitas di bandingkan sama dosen mengajar cuma duduk (kembali
ke laptop)

 

· Olahraga

Tingkat kerja maksimal non atlet adalah 6 kkal/menit selama jam

Metabolisme tubuh rata – rata pada keadaan istirahat kkal/menit

Setelah 1 jam berolahraga digunakan kalori sebesar 300 kkal

Tetapi dengan olahraga saja kurang efektif menurunkan berat
badan tidak mengubah lemak tubuh secara bermakna dan tidak akan mengecilkan
jaringan tubuh. Oleh karena itu perlu dikombinasi dengan olahraga lain.

 

· Diet

Untuk mencegah terjadinya obesitas perlu pengaturan pola makan. Salah
satu caranya dengan mengurangi polamakan yang berlemak (ayam pedaging / broiler,
daging kambing, gajih, gorengan, santan kelapa, susu tinggi lemak) dan
berkolesterol tinggi ( kuning telur, jerohan, otak, udang, kepiting, cumi)

Diet ada 2 macam yaitu:

- diet rendah kalori

Dengan menurunkan berat badan 8 % selama 8 bulan dan kemudian
mempertahankan penurunan berat badan 4 % setelah lebih dari 1 tahun.

- diet sangat rendah kalori

Dengan menurunkan berat badan 13 % selama 8 bulan. Tetapi untuk
diet tipe ini akan terjadi kekagetan tubuh yang mengakibatkan kondisi tubuh
menjadi drop.

 

· Pembedahan

Liposuction dengan alat sedot lancip (th 1975) di Italia. Kemudian
dikembangkan dengan alat sedot tumpul (th 1977) di Perancis dan di

USA

.

Ada

2 macam
pembedahan yaitu : Vascular Banded Gastroplasty (VBD) dan Roux-en Gastric
By Pass
(GBP).

Efek samping dari pembedahan dengan cara di atas adalah terjadi
hernia pada dinding abdominal (perut) dan Penyakit pada saluran gastro
intestinal (pencernaan)

 

· Akupuntur

Penggunaan akupunktur sebagai salah satu alternatif untuk
membantu program pengurangan berat badan telah terbukti sangat efektif dan
tanpa efek samping. Metode ini  telah tersusun dan terumuskan sejak
sekitar 3.000 tahun sebelum masehi.

Para

dokter ahli akupuntur yang telah melakukan berbagai riset, sampai pada
kesimpulan bahwa akupuntur pada telinga memberikan efek yang baik. Dari sekian
banyak titik akupuntur telinga yang digunakan, titik lapar (T 18) adalah yang
paling efektif. Jenis jarum telinga (press needle) direkat dengan plaster.
Penderita diminta memegang jarum selama 2-3 menit pada saat lapar, setengah jam
sebelum makan sebanyak tiga kali sehari. Follow-up dilakukan satu minggu sekali
untuk evaluasi respon subyektif dalam hal pengurangan rasa lapar dan respon
obyektif dari penurunan berat badan.  Reaksi yang timbul akibat rangsangan
pada daerah ini adalah lebih tahan lapar. Penekanan jarum telinga merangsang
ramus auricularis Nervus Vagus, melalui Nervus Vagus disalurkan ke
cabang-cabang yang memepengaruhi system gastrointestinal atau sistem pencernaan
bagian atas. Kontraksi otot ditekan sehingga keadan lambung menjadi tenang,
sehingga rasa lapar berkurang dan rasa lapar berkurang pula. Penelitian pada
802 kasus obesitas yang ditangani dengan akupuntur, 594 kasus memberikan hasil
adanya penurunan berat badan. Keberhasilan terapi dicapai setelah 8 minggu
ditandai dengan adanya penurunan berat sebanyak 7-10 kilogram .

 

 

 

Untuk mencegah kegemukan dan pola diet yang alami tanpa bahan
kimia dapat digunakan bahan – bahan herbal ( alami ) seperti :

1. penekan nafsu makan

· Daun jati belanda ( Guazuma
ulmifolia
)

Mengandung polisakarida ( mucilago ). Mucilago akan mengembang
di perut sehingga tidak akan terasa lapar. Secara in vivo dapat menghambat
kenaikan berat badan.

· Rimpang Bangle ( Zingiber
cassumunar
)

Dapat memacu rasa mual ( emeticum ). Mengandung minyak atsiri
dan kurkuminoid.

· Buah jati belanda ( Guazuma
ulmifolia
)

Mengandung tanin. Tanin di dalam tubuh akan berikatan dengan
protein tubuh dan akan melapisi dinding usus, sehingga penyerapan lemak di
hambat. Jika terlalu banyak akan mengakibatkan konstipasi ( susah buang air
besar)

· Teh ( Camelia sinensis )

Untuk diet bagus the dengan rasa pahit, kental. Diminum setiap
habis makan.

 

2. Mengurangi masukan lemak

· Biji daun sendok ( Plantago major)

Mengandung polisakarida yang merupakan serat larut air (water
soluble fiber). Memiliki mekanisme bulk laxative (langsung membuang masukan
lemak) sehingga dapat melancarkan defekasi ( Buang air besar). Dapat juga
dengan makan jelly yang agak banyak.

· Buah pace (Morinda citrifolia)

· Daun selamaki / daun senna ( Cassia
senna
)

· Buah trengguli ( Cassia fistula)

· Akar kelembak ( Rheum palmatum
)

Mengandung antrakuinon sebagai pencahar / laksansia

· Daun jati belanda ( Guazuma
ulmifolia
)

Mengandung alkaloid yang sudah terisolasi tetapi belum
ditentukan struktur kimianya. Yang dapat menghambat enzim lipase dalam saluran
cerna (yang akan menghidrolisis lemak), sehingga lemak dengan molekul yang
besar tidak terpecah dan akhirnya lemak tidak bisa di serap oleh tubuh.

 

3. Mengkonsumsi lemak yang tidak
membetuk kolesterol

Minyak dengan asam lemak berantai pendek ( atom karbon < 14 )
yang terkandung dalam kelapa ( Cocos nucifera ) dengan penyusun asam
laurat semuanya terdapat dalam VCO ( Virgin Coconut Oil ). Karena pada rantai
karbon panjang ( > 17 ) seperti pada minyak kelapa sawit sterol akan diubah
menjadi kolesterol (berbahaya!!)

 

4. Meningkatkan penggunaan kolesterol
tubuh

Kolesterol tubuh akan di rombak oleh garam empedu

· Pada kunyit dan temulawak mengandung
Kurkumin dan desmetoksi kurkumin telah di uji farmakologi dan uji klinis  dapat memacu produksi cairan empedu sehingga
akan menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan LDL kolesterol apabila
dikonsumsi. Sedangkan kandungan minyak atsirinya justru dapat memacu nafsu
makan yang dapat meningkatkan kolesterol darah. Juga kandungan
bisdesmetoksikurkumin jistru akan menghambat pengeluaran cairan empedu.

· Pada bawang putih (Alium sativum
) kandungan alisin dapat menghambat biosintesis kolesterol. Cara konsumsinya
adalah dengan memakan 1 siung bawang putih segar setiap hari. Dengan efek
samping bau badan yang tidak enak.

 

Tetapi upaya mencegah obesitas yang sering dilakukan adalah
dengan diet terlalu ketat. Hal ini malah tidak baik bagi kesehatan…Diet yang
baik adalah dengan mengatur aktivitas dan pola, menu makanan sehari – hari (food
Combining ) dengan begitu kebutuhan gizi masih dapat terpenuhi dengan baik

                Kuliah Fitoterapi I (28 Maret 08 ) by Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, Apt
                ( Dosenq yang puiiiinnterrr bgt udah melanglang buana ke seluruh penjuru                    negara di duniA..I LupH u, Sir). THANKS for the knowledge

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FiTna yang MemFitnah

April 8th, 2008 by feea

UdaH nonTon FiLm "FITNA" karya Wilders???
Film yg Penuh Kontroversi…..
    Fitna adalah film berdurasi 16 menit yang dibuat oleh Politisi Belanda, Geert Wilder,
berasal dari fraksi (PVV) Parlement Belanda. Film ini menggambarkan
pandangan pribadi Wilders akan Islam dan Quran. Judul film ini diambil
dari bahasa arab "Fitna" untuk menggambarkan "ketidaksetujuan/
perbedaan pandangan". Fitna dirilis di Internet pada 27 Maret 2008.

    Film itu sendiri telah beredar luas di internet, sehingga
dapat diakses dengan mudah oleh seluruh orang di penjuru dunia dan kini film tersebut mendapat
kecaman luas dari umat Muslim di seluruh dunia dan kalangan internasional.

    FiLm karya Geert Wilders,
menghubungkan serangan di New York, Madrid, dan London dengan ayat-ayat
Al-Qur’an dan pernyataan keras para imam. Film itu juga memperlihatkan
gambar kartun yang melecehkan Nabi Muhammad SAW.
Pada akhir film
itu, sebuah tangan terlihat mancabik satu halaman kitab suci agama
Islam itu dan terdengar suara cabikan. Suatu pernyataan tertulis muncul
di layar, saat Wilders mengatakan bahwa bukan ia yang mencabik
ayat-ayat Al-Qur’an itu, tapi umat Muslim sendiri lah yang
melakukannya.(ANTARA/Xinhua)

    yaaaahh.. cuma orang yang ga’ paham tentang Al-Qur’an n cuma cuplik2 ayat setengah2..tanpa di baca kelanjutan ayatnya cuma buat senjata dari alasan yg ga’ masuk akal kaya gtu..

    Suatu tantangan dari Alloh…
Pertama, menantang siapa pun yang meragukannya untuk menyusun semacam Al-Quran secara keseluruhan (baca QS 52:34).
Kedua, menantang mereka untuk menyusun sepuluh surah semacam Al-Quran (baca QS 11:13). Seluruh Al-Quran berisikan 114 surah.
Ketiga, menantang mereka untuk menyusun satu surah saja semacam Al-Quran (baca QS 10:38).
Keempat, menantang mereka untuk menyusun sesuatu seperti atau lebih kurang sama dengan satu surah dari Al-Quran (baca QS 2:23)

Katakanlah (hai Muhammad) sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran ini, niscaya mereka tidak akan mampu membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain. (QS 17 :88).

Bersambuung…the next article

   

SeBeLum CaHaYa

March 14th, 2008 by feea

Letto - Sebelum Cahaya

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

kekuatan hati yang berpegang janji
genggamlah tanganku cinta
ku tak akan pergi meninggalkanmu sendiri
temani hatimu cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

ku teringat hati
yang bertabur mimpi
kemana kau pergi cinta
perjalanan sunyi
engkau tempuh sendiri
kuatkanlah hati cinta

ingatkan engkau kepada
embun pagi bersahaja
yang menemanimu sebelum cahaya
ingatkan engkau kepada
angin yang berhembus mesra
yang kan membelaimu cinta

Lirik lagu Letto - Sebelum Cahaya ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 Letto - Sebelum Cahaya.

LiFe…

March 3rd, 2008 by feea

What an amazing amalgamation of chemicals we humans are! Dr. Robert
Winston’s visceral exploration of the physical processes of the body is
an enlightening, exciting, and sometimes startling testimonial to just
how complicated an organism the human animal is. From the graceful
opening shot of naked people ages 1 to 100 standing in a row in a
forest, to the painful last days of a man dying of cancer, this video
will make you regard the human body with an awesome new respect.

Often
using himself as a subject, Dr. Winston examines how the physiology of
our bodies works. Tiny, fiber-optic cameras make a journey down an
intestinal track look like a ride on a candy-pink roller coaster.
Advanced medical imaging techniques used by the filmmakers make it
possible to see and understand the body in a whole new way, such as
when a 3-D image of Dr. Winston’s head is sliced open to reveal the
miniscule bones of the inner ear.

Yet for all its advanced
technology, the series does not neglect the "human" side of our bodies.
Dr. Winston pours buckets of salt water into the ocean as he marvels
that we are the only animals that cry. The series, shot over a period
of two years, is loosely framed around the lives of a group of people
who narrate their emotional responses to the physical changes their
bodies are undergoing. In one episode, a young girl goes through
puberty, in another an elderly couple reflects on their aging bodies.
Perhaps the most moving scene is that of the birth of a baby, shown
from inside the mother. It is almost like you are taking this
most difficult journey with the infant as he travels toward the
beginning of his life.

AyaT-AyaT ciNta

January 5th, 2008 by feea

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

    maafkan bila ku tak sempurna
    cinta ini tak mungkin ku cegah
    ayat-ayat cinta bercerita
    cintaku padamu
    bila bahagia mulai menyentuh
    seakan ku bisa hidup lebih lama
    namun harus ku tinggalkan cinta
    ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

ketika ku bersujud

MaRhaBan Ya RamADhAn

September 24th, 2006 by feea

Hwaaaa…Akhirnya WakTu Yang diTunggu-tuNggu Tiba JuGA yaa,,,
BuLAn PuAsa,,
SeNeNg deCh RamADhaN Kali ini NyampeRin Aku LaGi.
Coz,,BanYAk Hal YanG BisA aK KeRjAkaN di SaaT2 ini
NgaBUbuRit baRenG teMen2,,JuaLan KoleK baRenG temeN2,,KuMpUL2 BaReng TeMen2 coz MreKa paDa pulaNg KaMpUnG
AnD yaNg Ga KalaH seRu BeNtar LaGi LeBaRaN WakTu YanG asiK bUaT MeMpeRbaiki Gizi aliAs MakAn2 beSar BareNg KluaRGa,,anD yanG paliNg PentiNg DapeT banyaK FiTRah (SalAm TeMpeL) daRi om,,TanTe,,PakDhe,,BuDhe..
SenNAngnya OOiii