Polemik Fenilpropanolamin
April 30th, 2009 by feeaPolemik Fenilpropanolamin
Huff… siang itu panas kota jogja serasa membakar kulit..Ngga’ tau knapa akhir2 ini bumi terasa makin panas saja. Begitu masuk selasar gedung unit V kampusku, HaPe bergetar.. Upss..lagi-lagi ada sms menanyakan tentang fenilpropanolamin..Kurang lebih isi smsnya begini : “Badan pengawas obat-obatan amerika (FDA) telah menarik semua obat-obatan yang mengandung fenilpropanolamin. Karena setelah dilakukan penelitian dari banyak kasus dilaporkan bahwa fenilpropanolamin bisa menyebabkan stroke yang memicu pendarahan otak”… kurang lebih isinya begitu..
Klo ga’ salah dalam seminggu aku dah dapat lebih dari 7 sms dan email dari teman-teman tentang merebaknya kabar dilarangnya penggunaan fenilpropanolamin.. Entah dari mana teman-temanku itu mendapatkan kabar itu… Menurut aku kabar itu terlalu lebay.. hmm..gmana tidak??Lha soalnya menggembor-gemborkan kabar itu hasil comot kabar sana-sini dan tidak mengunakan pertimbangan dan tinjauan ilmiah
Tentu aja mendengar kata fenilpropanolamin tidaklah asing buat aku. Di kuliah, di perpus pas nguping orang diskusi atau di kantin pun sering aku dengar disebut-sebut kata fenilpropanolamin.
Hmm…sebenarnya apa sich fenilpropanolamin ntu??…
Dulu waktu semester brapa ya..aku lupa..ada kuliah yang menyinggung tentang fenilpropanolamin. Klo ga’ salah farmakologi yang ngajar Bu Nunung waktu itu. Menjelaskan klo fenilpropanolamin (bahasa nge-trend-nya Phenylpropanolamin atau disingkat PPA) sering digunakan pada obat-obat influenza. Efeknya sebagai pelega hidung tersumbat atau lebih ilmiahnya dikenal dengan istilah dekongestan.
Begitu buka laptop di selasar gedung unit V yang dikenal lancar buat berhotspot ria, aku langsung online YM. Hmm..memang mujur rupanya aku waktu itu.. Soalnya Bu Zullies dosen pembimbing akademik ku juga lagi online. Kebetulan juga Bu Zullies ini salah satu dosen yang ngajar farmakologi..langsung ga’ pake basa-basi aku sapa Bu Zullies n ngobrol sana-sini ngomongin kasus fenilpropanolamin tadi.. Diam-diam aku ni secreet admirer-nya ibu’e (Bu Zullies-red). Gmana enggak,,lha ibu’nya ini udah cantik, pinter bgt, ramah, sosok ibu yg baek bwt anak2nya, n masih muda udah jadi professor…wuiiihhh…keren buuuu…TeOPe BeGeTe dech…
Hmm…lanjut lagi ya..
Berdasarkan info dari Bu Zullies dan hasil baca blog wordpress-nya ibu’e, aku dapet info tentang issue fenilprpanolamin yg lagi heboh di dunia sms itu…gini lho ceritanya…..
Fenilpropanolamin banyak digunakan sebagai komposisi dalam obat flu. Fenilpropanolamin ini ditambahkan sebagai bahan aktif dalam obat flu untuk mengatasi masalah hidung tersumbat karena pilek. Kmudian timbul pertanyaan, koq bisa melonggarkan hidung tersumbat tuh gmana kerjanya si fenilpropanolamin ini???… gini lho, fenilpropanolamin ini beraksi dengan cara menciutkan pembuluh darah di sekitar mukosa hidung atau bahasa ilmiahnya vasokonstriksi perifer.
Fenilpropanolamin ini memiliki efek samping (efek yang ga’ diinginkan) bisa menghambat nafsu makan. Nah,,di Amerika kan banyak orang gendut berlebih alias obesitas tuh.. so, di Amrik fenilpropanolamin banyak di pake orang2 khususnya yang gendut-gendut untuk pil diet biar jadi langsing. Mekanisme gmana fenilpropanolamin ini bisa menekan nafsu makan blom diketahui dengan jelas, kemungkinan besar fenilpropanolamin ini bekerja mempengaruhi system saraf pusat untuk dapat mengontrol rasa lapar. Di otak diproduksi suatu senyawa neuropeptide Y (NPY), senyawa ini diteliti dapat memicu nafsu makan. Suatu penelitian menjelaskan bahwa fenilpropanolamin dapat menghambat produksi dari neuropeptide Y tadi.
Polemik phenylpropanolamin (PPA) muncul pada awal tahun 2000 karena ada kasus terjadinya pendarahan otak pada wanita Amrik usia antara 18-49 tahun yang mengkonsumsi PPA sebagai pelangsing. Adapun dosis PPA yang digunakan sebagai pelangsing adalah 75-150 mg/hari. Hmmmm…mulai dari situ kemudian FDA (B-POM nya amrik) meminta pada perusahaan-perusahaan farmasi untuk menarik semua produknya yang mengandung PPA terkait adanya kasus tersebut.
Truss apa yang terjadi di Indonesia????
Hmm..di Indonesia PPA banyak ditambahkan untuk zat aktif dalam obat anti influenza. Seperti Decolgen®, Mixagrip®, deelel…dan tidak digunakan sebagai pelangsing. Dan itupun dosisnya relatif rendah sekitar 20-30 mg. Nah, karena ada kasus polemik PPA tadi BPOM RI kemudian menurunkan dosis PPA menjadi 15 mg/hari. Dosis ini relatif aman. Soalnya, dosis ini jauuhhh dari dosis yang bisa nyebabkan pendarahan otak tadi…
Truss knapa PPA bisa nyebabkan stroke pemicu pendarahan otak??
Dari yang aku baca di blog-nya Bu Zullies stroke itu ada dua macam.. apa aja???
1.Stroke iskhemik
Apa itu?? Stroke iskhemik, adalah stroke yang bisa disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah,bisa karena penimbunan kapur atau timbunan lemak di pembuluh darah. So, saraf kurang oksigen dan nutrisi. Trus lama-lama syarafnya mati..nah, timbul stroke dengan gejala sperti lumpuh, gangguan bicara dan memori otak, ga’ bisa nelen makanan…gtu dech..
2.Stroke hemoragik
Stroke yang ini disebabkan oleh karena pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke yang ini lebih parah dari pada yang iskhemik..knapa??soalnya bisa nyebabkan kematian. Stroke yang tipe hemoragik ini terjadi jika tekanan darah sangat tinngi. So, pembuluh darah ga kuat menahan, akhirnya pecah atau robek.
Lantas, apa hubungan stroke dengan fenilpropanolamin (PPA)???
Gini lho….seperti yang tadi diceritakan diatas, PPA bersifat vasokonstriktor alias menciutkan pembuluh darah..kalo dosisnya kecil otomatis efek vasokonstriksi tersebut hanya lokal pada pembuluh darah di mukosa hidung saja (sebagai pelega hidung tersumbat). Tapi klo dosisnya gede bisa memicu efek vasokonstriksi sistemik (seluruh tubuh) yang kemudian menyebabkan naiknya tekanan darah (darah tinggi), nah… dari situ dapat memicu terjadinya stroke hemoragik…
Tapi, seperti yang telah dipaparkan di atas bahwa penggunaan PPA di Indonesia sebagai pelega hidung tersumbat dengan dosis relatif kecil hanya sekitar 15 mg/hari relatif aman untuk digunakan. Jadi ga’ usah khawatir…
Tapi….ada tapi-nya lho ini….penggunaan obat2 yang mengandung PPA bagi penderita hipertensi atau mempunyai resiko stroke harap berhati-hati…sebelum anda menggunakan harap berkonsultasi dengan dokter atau Apoteker untuk lebih amannya….
n.b.: makaciiihh banyak buat Bu Zullies…fia jadi tambah ilmu ni…semoga bermanfaat…amieeenn…









